Shodaqoh yang paling kekal adalah dimana kita bisa bershodaqoh / memberi / men-share sebagian pengalaman / ilmu kita kepada orang lain.


About Me



Pumz DKI Jakarta, Daerah Jagakarsa Jaksel, Indonesia

contact at YM!

Home
Pumz Blog

Search Last Post


Support by FreeFind

Last Post

[Mungkin] Kita Tak Berbeda Dengan Kambing
Rizki dalam Pernikahan
Pembokat Mudik.. Juragan-pun Jongos
Nasehat Ibu' --Part.1--
Biyu de Action [Step - 3]
Biyu de Action [Step - 2]
Biyu de Action [Step - 1]
Kangen Band - Doy
Welcome "Biyu" My Honey
1 Masa Berlalu, 1 Masa Akan Tiba

Archieve
April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
October 2005
November 2005
December 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
August 2007
September 2007
October 2007
February 2008
March 2008
May 2008
June 2008
July 2008
October 2008
November 2008
December 2008

SHoutbox
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Go Blog Mania
Bunda Nina
Biyu aka Beauty
My Family
De Comelz's PaporitZ

Asrama 8 Crew :
Asih Luwe alias Lapar
Dwi VitaMin A
Edi SubandonoKasinoIndro
Ely Subandono
Ika Nur Sila-Pertama
Ike PD Banged C
Irfan Sopo Seh?
Nike Macho
Siska Nur Buat
Viving Dwi As Gentong
Yeni Dwi Tunggal ABRI
Yulia "Mama-Kintan" Riani

Mokleters :
Agus Triyono
Mbak Nur Sa'adah
Mat Per Sufism
Maz Irwan
Paila X-Generation
Sistanori (Mas Sis vs Angga)
Yanerlie Le Tole

Office Partner :
Bang Dharma | BC Sukarno Hatta
Pak Chandra | BC Sukarno Hatta
Pak Ochep | BC Sukarno Hatta
Wahyuddin | BC Sukarno Hatta


Blog Friend :
gitablu goiq
Jammie
mariskova
oink tralala
sudoku Indonesia
vi3
wasugi
Yaya
Zilko

ATOM 0.3
Tamu Yang On Line
Tamu Pernah Mampir


Utility end Banner :
Blog Awards Indonesia  2006

Web Terbaik Indonesia 2006

Free Shoutbox Technology Pioneer

Photobucket


 

 

 

 

[Mungkin] Kita Tak Berbeda Dengan Kambing
Published Tuesday, December 16, 2008 by Pumz. 0 comments


Mungkin postingan ini sedikit terlambat karena tidak berdekatan pada saat Idul Adha kemarin.Tetapi bolehlah sedikit kita berkaca dari pengalaman Idul Adha yang dirayakan setiap tahunnya.

Usai sholat Idul Adha, hewan-hewan kurban siap menanti ajal. Suka atau tidak, mereka sudah berada dalam antrian untuk disembelih sesuai nomor urut yang tertera di tubuh masing-masing atau dikalungkan di leher. Nomor urut satu, maka ialah yang berhadapan langsung dengan malaikat maut melalui seorang tukang jagal. Berikutnya, nomor dua, tiga, dan seterusnya.

Kemudian satu persatu kambing menemui ajal, meregang nyawa, mengembik kesakitan. Tak satupun terlihat siap untuk mati, mungkin tak cukup bekal yang mereka bawa. Boleh jadi mereka tak menduga kematian secepat itu menjemputnya, namun ketika sudah tiba waktunya tak satupun bisa menolak. Apapun kondisinya, harus terima resiko berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa dalam keadaan serba kekurangan. Kurang amal, kurang ibadah, kurang taat, kurang segalanya.

Nah, disinilah kesamaan kita dengan hewan-hewan kurban itu. Sesungguhnya kita pun tengah berada dalam antrian menunggu ajal. Siap tidak siap, suka tidak suka, pada waktunya kita akan bertemu dengan Izrail sang pemutus kenikmatan dunia. Sama dengan hewan-hewan kurban yang tak menyadari kapan kematian akan tiba, kita pun tak pernah sadar bahwa masa itu sudah dekat, bahkan sangat dekat. Kita tertipu dengan kemewahan dunia, gemerlap kebahagiaan yang menyertai kehidupan yang dijalani sehingga menganggap kehidupan ini akan abadi. Sampai tiba-tiba Izrail sudah berdiri tepat di hadapan, barulah kita sadar, bahwa kematian memang selalu datang lebih cepat dari yang kita sangka.

Sama juga dengan kambing dan sapi itu, saat malaikat menjemput ruh ini untuk berhadapan dengan Allah, untuk memertanggungjawabkan segala amanah selama di dunia, kita benar-benar tak siap dan merasa memiliki banyak kekurangan. Kurang amal shaleh, kurang sedekah, kurang zakat, kurang ibadah, kurang taat, kurang takwa, kurang peduli, kurang segalanya.

Padahal sebelumnya kita sempat mengira bekal yang disiapkan sudah cukup. Ternyata tidak, sama sekali tidak cukup. Sebab kita lupa, bahwa perjalanan akhirat jauh lebih panjang, lebih lama dari kehidupan dunia yang sangat singkat. Ibarat perjalanan jauh, maka kehidupan dunia ini hanyalah sebuah persinggahan sesaat. Kita benar-benar lupa, dan mengira kehidupan dunia akan kekal. Padahal keabadian itu ada di kehidupan selanjutnya, bukan di dunia.

Meski tak seperti kambing dan sapi yang dilabeli nomor urut kematian, tetapi yakinlah, sesungguhnya kita pun sudah diberi nomor antrian itu. Hanya saja kita tak benar-benar tahu berada di antrian berapa kita, apakah masih jauh atau justru sangat dekat. Hal inilah yang membuat kita terus terlena dan menyangka giliran kita masih jauh. Boleh jadi, besok atau malam inilah waktunya.

Dan bila benar-benar waktu itu tiba, terbelalak lah mata ini karena tak mengira secepat itu Izrail tiba. Maka tak sedikit dari kita yang meregang nyawa dengan berteriak kesakitan, perih yang tiada pernah dirasakan oleh manusia manapun semasa hidup. Lebih perih lagi saat membayangkan ganjaran apa yang bakal kita terima di akhirat kelak, sesuai dengan apa-apa yang pernah kita kerjakan di dunia.

Kalau seekor kambing mengembik kesakitan saat meregang nyawa, maka kita pun berteriak, mata terbelalak, lidah terjulur menahan sakitnya melepas ruh. Yakinlah, masih ada yang lebih perih yang bakal kita terima di hadapan Allah sesudah sakit meregang nyawa. Itu semua tergantung apa-apa yang kita perbuat selama di dunia. Maka tersenyumlah wahai jiwa yang semasa hidupnya dipenuhi amal shaleh, dihiasi ketaatan serta menjadikan dirinya matahari bagi kehidupan orang lain. Astaghfirullaah… (gaw)


taken from : warnaislam.com



::.. Cah Cuby ..::
http://ayah.keluargamurdani.com

Labels: ,


baca selengkapnya..

 

Nasehat Ibu' --Part.1--
Published Wednesday, July 30, 2008 by Pumz. 0 comments


Malam ini pas lagi jaga shift iseng2 cari2 dokumen / peninggalan cerita2 Almrh my Mom sepanjang hidup beliau. Salah satu yang membuat aku tertarik mengenai sekumpulan "Nasehat2 Beliau". Entah kapan tepatnya nasehat itu terucap yang jelas ada beberapa nasehat yang mungkin jika dikonversi (ceileee konversi kayak kompor aja) pada masa saat ini sepertinya pas banged... nged... nged....

* Jangan Pernah Berkata Najis Tralala
Tema ini adalah salah satu nasehat Ibu' yang selalu aku ingat hampir setiap saat (diingat doang tp banyak ga dipraktek'in. Hihihihi). Yah ini mengenai ucapan kita atau tata krama ucapan atau bahasa familiar-nya sopan santun bertutur kata kepada orang lain.

Kadang kita khilaf tanpa rasa bersalah memanggil orang lain dengan sebuah istilah/sebutan yang mungkin jika diartikan artinya abstrak atau justru sangat tidak enak di dengar. Sbagai contoh kita memanggil seseorang dengan sebutan "Hey moncrot" atau "Hey telek petek" atau mungkin "Hey petek nelek", dll. Mungkin bagi penemu julukan memanggil orang lain seperti itu no problem (ya iyalah... masa ya ya ya). Tapi bagaimana perasaan orang yang kita panggil (EGP. heheheh j/k).

Selain itu tata krama berucap khususon kaum hawa sangatlah lekat dan terlihat sekali penilaiannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh cewek seksi nan ayu memanggil orang lain seperti "Hey Cuk" atau "Hey Gathel" sangat tidak relevan. Belum lagi jika ada wanita berjilbab yang tampak anggun nan GEMULAI (GEndut MUUooolek dan lungLAI) yang berkata2 kasar / umpatan kepada orang lain. Seperti "Dasar Bego" , "Dasar Guooblok","Dasar Kemprus" dan dasar2 lainnya. Sungguh sesuatu yang sangat tidak pantes diucapkan kaum hawa khususnya bagi mereka2 yang terlihat anggun dan terpelajar tetapi masih berpikiran pasaran.

Jadi ingat saat SMK dulu, suatu hari saat aku pulang kampung dari Malang ke Jember satu baris tempat duduknya dengan seorang embuk2 (bhs Indonesianya "Ibu2") yang sekilas tampak seperti orang berada dan berwawasan intelektual. Begitu giliran hp-nya berbunyi mulailah terlihat jatidiri ibu2 tadi. Mulai dari nada bicaranya yang kenceng (sekenceng saat aku ngeden karna bedegelen [bedegelen is can't plung² in the morning at 2ilet] ) sampe marah² kepada lawan bicaranya di telp sampai tidak henti-hentinya berkata-kata yang kasar dan umpatan² ala kadarnya yang dilontarkan. 

Bagaimanapun tutur kata memang menjadi penilaian atau cerminan diri kita sendiri. Semakin tutur kata kita bagus semakin baguslah penilaian orang kepada kita. Dan semakin norak tutur kata kita semakin noraklah anggapan orang lain kepada kita (ahhh norak lu..).


* Wanita Haruslah Perkasa Pada Tempatnya
Nasehat ini sebetulnya hanya cuplikan wejangan Almrh Ibu' kepada adikku (kebetulan adikku cewek). Kalo ga salah my Mom pernah berkata kepada adik seperti ini "Jika besar jadilah orang yang pandai,mandiri dan sangat kuat dalam menghadapi hidup. Tetapi sepandai-pandainya, semandiri-mandiri dan sekuat-kuatnya menghadapi hidup tetaplah ingat yang namanya kodrat, unggah-ungguh dan agama".

Nasehat tersebut sebetulnya bukan tanpa alesan dan bukan tanpa contoh yang di ucapkan ibu kepada adik. Sebagai bukti ayah yang notaben-nya jauh lebih rendah dari sisi pendidikan, pendapatan bahkan relasi kerja sangatlah enjoy berumah tangga dengan almrh ibu'. Nyaris sepanjang 18 tahun kami hidup bersama tidak pernah ada bersitegang dalam rumah tangga. Dan jika aku bisa tarik kesimpulan itu semua berkat Ibu' yang selalu pandai menempatkan sisi KEPERKASAANNYA sesuai tempatnya. 

Dan nasehat ini ternyata bisa aku temukan lagi kebenarannya saat aku duduk di bangku SMK di Malang. Sebuah keluarga kecil dengan 2 orang putri dimana sang suami hanyalah penyiar radio swasta di Malang yang hanya lulusan SMU tetapi dapat hidup rukun dengan keluarganya dan serba berkecukupan. Padahal jika aku boleh nilai kehidupan keluarga ini bisa dibilang kalangan menengah (boleh dikatakan cukup). 

Sampai suatu hari sang istri menyuruh aku untuk ambilkan duit di ATMnya karena si suami sedang sakit dan butuh duit untuk berobat. Sesampai di ATM aku jadi kaget kenapa keluarga yang sesederhana ini bisa mempunyai tabungan nyaris ratusan juta (bukannya pengen ikut campur urusan rumah tangga orang lho.. Tp please deh positif thinking dulu ye..).

Setelah beberapa hari berselang setelah kejadian itu si istri bercerita bahwa isi ATM itu adalah tabungannya.Dan mewanti-wanti aku untuk jangan sekali-kali membocorkan jumlahnya, terutama kepada bapak (si suami RED). Karena itu akan membuat dia minder, dan menganggap dirinya menjadi seorang laki² yang tidak berarti bagi keluarga.

Hmmm sungguh seorang istri yang pintar,cerdas tetapi tidak melupakan kodrat, unggah-ungguh dan agama.



(sampai sini bingung mo nulis apalagi.. maklum mata tinggal 4 watt jadi ceritanya sampai sini aja ye... Uda jam 4 pagi, mo tidur malam dulu. Tar² di sambung lagi. Maaf bagi yang uda bela-belain baca dan terbawa ama tulisan ini. Endingnya ndak enak banget yak? Hihihihihi. Thx atas pengertiannya)


::.. Cah Cuby ..::
http://ayah.keluargamurdani.com

Labels: , ,


baca selengkapnya..

 

Welcome "Biyu" My Honey
Published Monday, May 12, 2008 by Pumz. 4 comments


Cerita ini berawal hari Selasa kemarin tgl 6 Mei 2008 sekitar pkl 21.00. Ketika dapat sms ma telepon dari Bunda kalo perutnya uda mulai mules-mules dan sudah mulai ngeflek. Mungkin itu pertanda kalo cinta sudah nakal dan mulai mo lahir pikirku. Tanpa berpikir panjang, saat itu langsung gw berkemas-kemas. Dari baju,celana,charge hp sampe jaket kulit langsung di siapkan di tas ransel. Sekitar pukul 23.30 langsung bobo malem. Maklum pesawat Jakarta - Surabaya jam segitu apa masih ada. Daripada ga pasti mending bubu di rumah aja (hehehehe... aga egois MODE ON).

Sekitar pkl 03.00 besok paginya langsung keluar rumah sambil di temanin si SITI (Tiger Repoh RED) untuk menuju kantor guna nitipin motor.Kemudian langsung ciaw ke bandara dari kantor. Saat keluar rumah sempet dag dig dug dierrrr, maklum tetangga depan rumah lagi mabuk bareng konco-konconya terus bertengkar lagi. Karna ngerasa punya urusan masing-masing gw lewatin aja org-org mabuk yg berkelahi itu dengan kecepatan lumayan tidak lambat (maklum kan di dalam gang RED).

Sesampai di Bandara sekitar pkl 04.15 . Mulai cari tiket di loket Garuda. Kata mbak-mbak nya yg ekonomi habis tinggal yang bisnis, tapi harganya itu lho nyaris 2 jeti (huuuuu pdahal pesawat ma kereta lama'an kereta klo perjalanan Jakarta - Surabaya. Kenapa yg lama aja berani kasih murah, ini yang cuman naek pesawat beberapa menit mahalnya minta ampyun...). Setelah riwa riwi ga dpt tiket akhirnya telepon Bunda. Setelah hp diangkat denger suara Bunda sudah mulai atur nafas persis kayak di film-film yang ceritanya orang mau melahirkan. Sempet denger Bunda bilang "Adiknya uda mo lahir mas Dani" (setelah usut punya usut ternyata pas ditelpon si Bunda uda bukaan 8 saat itu). Wah denger suara Bunda gitu spontan langsung bingung 7 keliling.Maklum saat itu posisi masih di Bandara Sukarno - Hatta trus belum dapet tiket lagi ke Surabaya, padahal jam sudah menunjukkan pkl 05.00 waktu Bandara Sukarno - Hatta.

Akhirnya daripada riwa riwi cari tiket yg belum tentu jelas dapetnya dan waktu yang ga mungkin bisa nemenin Bunda kelahiran di Bondowoso,gw putuskan cari mushola buat subuhan dan gak lupa berdoa supaya Bunda diberi kemudahan dan keselamatan dalam proses persalinan (maklum saat itu hanya doa,telpon dan sms saja yang mungkin bisa langsung sampai di Bondowoso dalam hitungan detik).Setelah sholat subuh kira-kira pkl 05.35 keluar musholla langsung telpon bpk mertua.Yah maksudnya mo minta tolong dekatin hpnya ke Bunda sambil di "loudspeaker" (masih maksa pengen nemenin kelahiran ceritanya nehh). Ternyata dari ujung sana bpk mertua bilang gini "Anu lee bapak ga oleh melbu nang kamar bersalin. Lagian bapak yo ga tego adikmu bengak bengok ae..." (walah bpk mertua ternyata "gocik MODE ON" rupanya... hehehe.. ampyun pakkk... ).

Setelah itu telepon gw tutup (hemat pulsaa coyyy... ).Saat itu baru ngerasain pesan-pesan ayah (bokap gw) yang dulu-dulu. Ternyata kalo istri sedang proses persalinan rasa letih, lemas, lelah, lesu, deg-deg'an campur aduk jadi satu. Padahal ini di Jakarta dan istri di Bondowoso.. Gimana kalo gw satu ruangan sambil menunggu saat-saat itu (bisa pingsan kale'... hehehe). Ga terasa gw sempet nangis di Bandara Sukarno-Hatta saat itu (bukan macak "Cengeng MODE ON" lho). Yah menangisi semuanya... Dari nangis karna ga bisa nemenin kelahiran,nangisin kalo-kalo ada berita yang buruk diantara Bunda atau Cinta, juga nangis karna teringat almrh Ibu gw (tau' tiba-tiba jadi inget dan kangen banget ma Ibu).Sampai-sampai saat itu ada gadis kecil berumur sekitar 2 atau 3 tahun menunjuk-nujuk ke gw ( Jadi malu ternyata ga terasa air mata sudah ada di pipi ).

Akhirnya beberapa menit kemudian tepatnya pukul 06.00 bapak mertua telepon sambil bilang "Anakmu wes lair.Jenis kelamin'e wedok.. adikmu karo bayine sehat-sehat ae. Ikiy tas lair jam 5.58 mau.". Alhamdulillah akhirnya saat-saat yang mendebarkan itu sudah selesai. Kebahagiaan paling terasa indah dalam hidup gw adalah saat itu. Kebahagiaan yang menjadi pelengkap setelah sebelumnya sempat mendapatkan kebahagiaan yang juga indah ( ingat posting gw sebelumnya tentang "1 Masa Berlalu, 1 Masa Akan Tiba" )
Selamat datang honey...
Selamat datang Cinta...
Selamat datang Cantik...
Selamat datang di dunia ini
Akhirnya perjalanan hidupmu sampai juga di dunia
Bukan hanya dalam kandungan Bunda saja.
Dengan wajah tersenyum bahagia akhirnya gw memutuskan ke tempat pemberhentian bus DAMRI. Langsung meluncur ke Gambir dan memutuskan naek kereta api aja.Toh dengan 2 juta gw bisa PP Jakarta - Surabaya plus buat persiapan acara Aqiqah. Lagian ngapain buru-buru pulang ngorbanin duit beberapa ratus ribu kalo ternyata bunda uda melahirkan dan keduanya sehat-sehat saja.

Yah akhirnya cerita ini berakhir dengan perjalanan gw ke Bondowoso dengan naek "Kereta Api tuuut.. tutt... tuuuut" untuk bertemu dengan cinta.



::.. Cah Cuby ..::
http://ayah.keluargamurdani.com



**
1. Thx berat buat Ibu bidan Timbang (namanya keren ya bidannya) dan asistennya Ibu Silvi (kebetulan asistennya temen bunda pas SD).
2. Thx to Andy Kamsur, Andang "King of the Moncroetz", Fajar "Si Emen" dan para penghuni KSBD 13/25 yang sudah gw bohongi (padahal pas itu uda kelahiran baru beberapa jam.. tp gw ngakunya lom lahiran.Hehehe)
3. Thx to My Supervisor & My Manager @office yang sudah memberikan hadiah berupa cuti ilegal supaya gw bisa mudik lagi setelah 3 hari sebelumnya juga habis mudik seminggu di kampung(hadiah itu lebih besar artinya daripada duit BOSS ^_* )
4. Thx juga toex Ory fosil-x sang juru kuncen "Petak's House Kebagusan" dan bolo kurowo lainnya yg ga kesebut namanya satu-satu disini.
**

Labels:


baca selengkapnya..

 

Nyidam sampe di gerebek Polisi
Published Wednesday, October 31, 2007 by Pumz. 2 comments


Melihat istri hamil senengnya emang bukan maen. Apalagi pas nganterin periksa ke dokter trus pas USG.. Itu adalah saat-saat paling di tunggu-tunggu. Tapi kalo pas hamil trus nyidam.. Hmmm sampe saat ini hal itu yang selalu jadi momok bagiku sebagai suami. Yah maklum nyidam ama doyan emang sulid banged dibedain.Selain itu sebagai pekerja shift-shiftan yang kadang berangkat pagi pulang sore, berangkat sore pulang malem, atau berangkat malem pulang pagi titipan istri selalu ada-ada aja. Dan jika pas shift pulang malem menjadi waktu yang strategis untuk menerima titipan ini itu dari istri.

Seperti beberapa hari yang lalu. Sebelum pulang kantor istri uda telpon minta dibawain martabak manis ( kalo di Jawa Timur menyebutnya Terang Bulan ). Sempat juga sih kepikiran ini nyidam apa doyan.. Tapi cuek aja deh, dengan tekad bulat gw baca niat untuk beli terang bulan.

Jam dikantor uda menunjukkan pukul 00.45 WIB gw keluar kantor meluncur pulang menuju Jakarta (maklum kantor uda bukan di Jakarta lagee..). Sampe di deket rumah ternyata orang yang biasanya mangkal jualan Martabak Manis deket rumah uda ga ada lagi, dengan terpaksa gw cari di tempat langganan gw. Meski jaraknya lebih jauh dengan semangat 2007 gw tembus udara hangat yang telah menyeruak di pantat ini (maklum udara saat itu emang dingin banget lha wong jam 01.30 pagi hare. Tapi entah kenapa udara di kisaran pantat tetap hangat dan menyejukkan... ).

Belum sampe tempat tujuan di tengah jalan gw lihat ada kejadian aneh. Dikanan kiri jalan banyak banget orang berpakian coklat memenuhi trotoar jalan.Belum sempat menelan ludah yg kedua kali tiba-tiba di tengah jalan berdiri sesosok orang berpakaian coklat sambil membawa lampu berwarna merah yang berkedip-kedip.Ya amplop ini tadi polisi kelaperan tho... Wa lah dalah ngapain jam 01.30 gini nyari setoran nyegatin kendaraan pasti kesalahan dikit bisa jadi tilang yang berbicara, dan kalo uda tilang yg berbicara jadi ogah urusan ama polisi kayak gini.

Untung selama di Jakarta uda beberapa kali pengalaman ngatasin polisi kelaparan kayak gini. Sebelum sosok coklat di tengah jalan tersebut menghampiri gw, dengan secepat kilat motor gw rebahkan di jalanan sambil tarik gas supaya motor berbalik 180 derajat.Teruss wuingggg kabur deh. Sempat juga sih ada beberapa polisi yang di kanan-kiri jalan berusaha menghalangi gw kabur dari cegatan saat itu. Tapi dengan nekat gw tancap gas aja. Syukur alhamdulillah polisi yang berusaha nyegat akhirnya takut juga, dan gw sukses melepaskan diri dari siluman coklat malam itu.Lagian emang malem itu uda kadung niat beli martabak manis, jadi ya maap-maap aja kalo kudu setor.

Yah begitulah suka dukanya cari makanan demi istri yg nyidam. Semoga ini pengalaman terburuk, mengingat masih 6 bulan lebih masa-masa ini akan berakhir ( Insya Allah ) .Dan sampe cerita ini diturunkan gw masih jadi suami terjaga ( ingat bukan SIAGA ). Yang siap terjaga pagi dan malam (terjaga buat habisin sisa makanan yg ga abiz... hehehehe )



::.. Cah Cuby ..::
http://ayah.keluargamurdani.com

Labels: ,


baca selengkapnya..

 

Lamanya Penantian Mudik
Published Sunday, October 21, 2007 by Pumz. 2 comments


Jika semua orang Jakarta menatap hari ke depan dengan ceria karena sudah mudik pas lebaran kemarin.Ga begitu ama gw and istri.Malahan istri gw sudah merengek-rengek minta buru-buru mudik.Maklum-lah di Jakarta emang ga ada saudara yg dueket banget.Yah deket secara geografis maupun deket secara silsilah.

Sampai saat ini yang ada di pikiran hanya bayangan-bayangan indahnya kampung halaman and wajah bolo kurowo Jember yang taon ini banyak banget melepas masa lajang.Jadi pengen buru-buru mudik deh kalo gini.Bisa kumpul-kumpul sambil ngobrol "ngalor-ngidul" (artinya:utara-selatan, hihihi klo di bhs indonesiain ga ada maksudnya)

Belum lagi nyidam istri gw yang sudah mulai neko-neko.Seperti tahu telor sawojajar Malang, soto kampus Jember, gado-gado SPADA Jember, Es Ari kampus Jember,Sate Pak Toha Mangli Jember,Ayam Lintang Sawojajar Malang(Khusus yg 3 terakhir gw yang nyidam... qiqiqiqi. Ditambah pecel Batu Malang yg Rp. 1500/bungkus.. nyami nyami nyami).Hmmm sungguh pemandangan yg indah bila mudik bulan depan bisa terpenuhi semua. Maklum tempat - tempat tersebut ga buka cabang di Jakarta. So seneng banget klo menyantap menu-menu tersebut sambil bernostalGILA..

Bulan November-Desember datanglah, Oktober cepatlah berlalu.
Itulah harapanku minggu - minggu ini.
Semoga gw ga lupa bawa camdig, biar bisa di tampilin gambar menu-menu diatas.
Nyami.... nyami....


::.. Cah Cuby ..::
http://ayah.keluargamurdani.com

Labels: ,


baca selengkapnya..

 

Doyan Nyidam or Nyidam Doyan
Published Monday, September 24, 2007 by Pumz. 4 comments


Seperti taon-taon jaman bahelek [taon-taon kemarin dan terdahulu] puasa di siang hari memang menjadi ajang beribadah mengumpulkan pahala. Dan salah satu ibadah di siang hari terpaporitz adalah molor sampe 3P-ku (Punggung, Pantat, Paha) panas merongos seperti tiduran di bara api.

Dan hari Minggu kemarin contohnya. Syukur alhamdulillah ibadah itu dapat aku jalanken kembali mulai ba'dha Subuh sampe jam 11.30an.Dan seperti biasa gaungan La Vecha Signora [itu bahasa Italia, kalo pengen tau tanya aja ama yg doyan SEmPAK bola Liga Italia.Ga perlu bukak kamus Italia - Indonesia kok. ^_* ] yang membangunkan aku dari ibadah paporitzku itu. Sambil macak YES dan pura-pura seperti orang baru bangun tidur gw senyum-senyum ketjut [emang ketjut sih myBB saat itu,maklum semalem abis sahur ama jeruk plurut].Dan pastilah orang bagung tidur yang jadi kata-kata pertama adalah " Ha... ho... hmm... " [tanda pikiran belum full tank].

Sambil mata masih merem melek,saat itu gw dengerin celoteh La Vecha Signora . Kurang lebih celoteh yang sempet gw sadap seperti ini :
1. Bang Dani belikan rujak congor eh cingur po'o . Masak ga kasian ama adeknya [Ga kasian ama Adek Nina apa Adek yang ada di pelut Cing? ].
2. Mas.. Mas Dani belikan kates[pepaya maksudnya bos] po'o. Masak uda ...... ga .... ? [Tau ndirilah apa titik-titiknya. Kalo ga tau cucian deh lu]

Masih dengan pose merem melek [bukan GANJEN mode:ON] terlintas 2 kata yang mirip tapi tak sama. Nih istri gw Nyidam pa Doyan ya?Kalo doyan masak brondongan gini, kalo nyidam masak harus rapel kayak gini.Yah sebagai Suami dan calon Ayah ato Buapak yang baik luar dalem [Insya Allah] gw iyain aja semua permintaan Istri gw."Iya iya tar aku beliin... gimpil rah kalo masalah itu" jawabku seperti itu dengan maksud menutup pembicaraan dan pengen melanjutkan Ibadahku yang tadi sempet ter-delay.Tapi ternyata obrolan itu tidak berhenti sampai disitu, dengan gigih istriku memastikan kebenaran ucapanku tadi [Ya elah namanya orang bangun tidur kalo ngomong ya Dang Srodang alias setengah ngaawur setengah menclek]. Dengan maksud mempertanggung jawabkan janjiku tadi akhirnya pikiran jeniusku mulai merambat perlahan-lahan. Sampe akhirnya taktik strategis sudah tergambar di otakku. Untuk lebih memastikan taktikku tadi, aku bertanya ke istriku "Apa benar si Lila jadi ke sini ?" dan jawab istriku "Iya Insya Allah jadi".
Ya wes gini aja, sms Lila sono buat nitip pepaya, tar aku sms Eci buat titip rujak congor eh cingur. Karena kebetulan sore ini si Eci mau ke sini juga, kataku kepada istriku sambil terseyum sinam [sinam=manis] karena hendak beribadah kembali.

Singkat cerita waktu sore yang di nanti tiba, Si Lila datang membawa mangga karena pepaya yang di request sedang tidak beredar di pasaran, dan si Eci bareng Cak Lik datang membawa rujak cingur khas Jawa Timur .Alhasil sore itu buka puasa menjadi ajang Doyan dan Nyidam bersama. Doyan bagi aku, Eci, Cak Lik dan Lila. Dan Nyidam bagi istriku.

Memang ada untungnya kalo istri lagi nyidam. Lebih beruntung lagi kalo pas nyidam para bolo kurowo pas mau maen ke rumah. Jadi sekalian sambil bawaain oleh-oleh buat calon si junior.Hehehehe. Buat para bolo kurowo yang pengen maen kerumah, monggo di persilahkan Minggu-Minggu ke depan. Jangan lupa sms dulu klo mo dateng biar bisa di titipi :-P hehehe

Beberapa jam sebelum aku tulis postingan ini, tepatnya hari Senin pkl 22.15 istriku ngengek eh merengek maksudku.Minta dibelikan nasi terang alias nasi padang [dalam bahasa jawa terang artinya padang.So kalo PADANGSANG artinya apa hayo? j/k].Sambil semangat 2007 dan menganggap ini bukan beban,aku berangkat ke toko paling padang di deket rumahku. Tak lama kemudian kuserahkan pesenan istriku tadi dengan maksud untuk memuaskan keinginannya. Namanya juga Doyan Nyidam atau Nyidam yang mirip Doyan ternyata nasi terang tadi dilahap juga ama istriku dan calon junior. Sambil ngelus dada aku mbatin " Ya wes nak nyidam'o sing akeh. Selama bapakmu ikiy mampu ojok'o sego padang. Indomie Kaldu/Soto/Gule/Goreng Tak Kremesno gawe Kowe lan Ibumu" artinya dalam bahasa Indonesia "Ya sudah nak nyidam-lah yang banyak. Selama bapakmu ini mampu jangankan nasi padang. Indomie Kaldu/Soto/Gule/Goreng aku remez'in buat kamu dan Ibumu".

Pesen yang terkandung dari cerita di atas... Buat para suami-suami jangan takut ama yang namanya istri nyidam. Selama masih ada ide dan kemampuan di kandung badan ayo kita turuti permintaan istri-istri kita yang sedang hamil dan calon junior. Karena partisipasi kita hanya seper sekian persen dari seluruh total proses kehamilan dan proses persalinan istri sampai dengan proses kelahiran si jabang bayi.
See you... selamat berjuang

Wassalam

::.. Cah Cuby ..::
http://ayah.keluargamurdani.com

Labels: , ,


baca selengkapnya..