
Buat yang sering berkendara terutama pengendara motor istilah "Safety Riding" seharusnya sudah harus terlebih dahulu dikenal sebelum berkenalan dengan motornya. Bukan hanya buat sang pengemudi tetapi juga boncenger. Karena kecelakaan tidak memandang bulu. Baik sepi atau ramai maupun dalam kondisi berkendara kencang atau lambat. Namanya "apes" akan selalu menghantui para pengendara. Kalo boleh meminjam istilah bang napi "Waspadalah.. Waspadalah".
Seperti yang terjadi Senin (10/8/2009) ba'da Maghrib pas mau berangkat ke kampus.
Saat itu gw dan istri lagi jalan santai mengendarai si SITI melewati kawasan buncit - mampang. Selepas buncit tepatnya mampang arah seberang jalan Laboratorium Paramitha gw memacu kendaraan agak kenceng dikit, maklum saat itu kondisinya lepas dari lampu merah. Setelah beberapa ratus meter ga di sangka-sangka mobil box di depan gw rem mendadak, otomatis gw secara reflek injak rem blakang dan tarik tuas rem depan secara mendadak juga. Dalam hati sempet bersyukur karena udah ga nabrak mobil di depan gw.
Belum sempat ambil nafas buat menurunkan adrenalin yang uda sampe kepala, tiba-tiba dari arah belakang ada yang nyeruduk si SITI kenceng banget. Gedubrakkk !!! Ternyata beberapa pengendara motor bebek & matic di belakang gw pada ga siap buat rem mendadak. Dan terjadilah kecelakaan beruntun. Sebelum jatuh motor-motor tersebut sempet mengenai box GIVI, plat nomer belakang, lampu sein kiri dan kaki istri yang berada di belakang. Untunglah (namanya orang jawa kena musibah masih beruntung... hehehe ) KOPAJA di belakang motor-motor bebek itu bisa ngerem, kalo ngga kan ngeri juga kejepit.
Salah dua korban yang paling parah adalah motor MX dan Vega yang kebetulan persis di belakang gw (maklum sebelum kejadian gw nyalip ke-2 motor ini). Malah pengendara Vega, gw perhatikan sempat sedikit masuk kepalanya ke kolong sebuah mobil panther yang berada di samping SITI gw. Dan lagi-lagi sebuah helm yang sedikit menghambat kepala tuh orang buat masuk ke kolong mobil lebih dalem. Ihh... miris juga kalo sampai hal-hal yang tidak di inginkan kejadian. Apalagi kejadiannya hanya tepaut beberapa cm dari gw berdiri.
Terlepas dari kejadian tersebut ada beberapa hal yang membuat gw sedikit lega. Karena dengan kejadian itu istri jadi melek "Safety Riding" atau "Keselamatan dalam Berkendara". Jadi gw ga perlu melakukan disiplin "Safety Riding" dalam rumah tangga dengan cara berandai-andai. Karena setelah kejadian itu istri dengan kesadaran sendiri merasa perlu sekali memakai perlengkapan berkendara secara lengkap tanpa gw kasih tau. Maklum saat kejadian istri beruntung memakai sepatu dan motor -motor yang jatuh tersebut sempat mengenai kaki istri.
Buat para pengendara lainnya terutama pengendara motor, sadarlah atas keselamatan diri anda sendiri. Jangan pernah menganggap remeh arti "Safety Riding". Mungkin dengan sedikit pengalaman gw ini bisa sedikit membantu mensosialisasikan "Ber-Safety Riding dalam Berkendara". Apalagi sebentar lagi puasa tiba dan Lebaran-pun akan datang berikutnya. Jadi musim mudik pastilah sudah dekat. Jangan lupa safety riding tetap di kedepankan selain mentalitas dalam mematuhi peraturan lalu lintas dan sopan santun di jalanan.
::.. Cah Cuby ..::
http://ayah.keluargamurdani.comLabels: Cekat, HTR, Wejangan