Anda tinggal di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang (khususon Bintaro) atau Bekasi mepet Jaktim dan sedang membutuhkan kue-kue hantaran atau jajanan rumahan buat acara-acara penting atau santai (ngemil sehat mode ON) .
Silahkan click http://dapur.keluargamurdani.com tanpa ragu-ragu. Dijamin puas. Kalo ga puas ? Belum ada tyuhhhh. (Insya Allah). Ayo Buktikan !!!
Kata Special ala Jawa Timur-an
Published
Friday, July 31, 2009
by Pumz. 0
comments
Hari Sabtu kena piket jaga sungguh saat yang menjemukan. Yang seharusnya bisa main sama Biyu jadi ngantor, jamuran di depan pc dah. Mau facebook'an masih mencoba menahan diri untuk tidak join sampai detik ini (bukan anti pati sih... tp kalau terpaksa pengen biasanya facebook'an pake user orang lain. Takut ketagihan kalo daptar sendiri). Jadinya nge-blog lah hal yang paling enak buat ngusir bosen. Itung-itung uda lama ndak posting. So ya uda mulai aja ngeblog dengan tema "Kata-kata special ala Jawa Timuran"...
Dulu saat masih berkutat di jawa timur khususnya area "Tapal Kuda" banyak banget istilah-istilah yang gw temuin. Dari yang paling ngetrend atau terkenal se JATIM sampe dengan yang sering gw denger di lingkungan gw. Ngetrend maksud gw banyak banget orang-orang yang pake istilah tersebut. Istilah dibawah ini gw urutin dari yang sangat terkenal sampe yang nyaris ga terkenal. Apabila ga sama dengan kenyataan di lapangan ga usah kaget dan protes, maklum versi ini versi gw alias dipandang dari sudut pandang gw.
1. Kata "Jancuk" Mungkin sebagaian orang berpikir kata ini adalah kata yang amat sangat kasar (khususnya Jatim area barat yang terkenal halus-halus orangnya). Tapi menurut sebagian besar orang JATIM kata ini boleh dibilang sebuah kata pergaulan. Jancuk yang kata awalnya 'encuk' memiliki arti "bersetubuh" atau fuck dalam bahasa Inggris. Mendapat imbuhan 'di' menjadi 'diancok' lalu 'dancok' hingga akhirnya menjadi kata 'jancuk'. Ada banyak varian kata jancuk yang beredar di masyarakat, semisal jancok, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, hancurit, hancik, hancuk, hancok, jambu (plesetan dari jancuk), jancik, dll.
Dimana orang jatim berada khususnya yang berbau kental Surabaya hampir selalu mengatakan 6 huruf tersebut. Dari yang cuman menanyakan kabar seperti "Yaopo cuk kabarmu" (artinya : bagaimana kabarmu), atau kata panggilan "Hey.. cuk jancuk. Mreneo" (artinya : hay sini) sampe dengan kata umpatan "Jancuk matane ga ndelok ta" (artinya : mata lu ga liat apah). Dan kata "Jancuk" ini kalo menurut gw kata paling top dan terkenal di JATIM. Jangan sampe ngaku tinggal di Jatim (khususnya Surabaya, Sidoarjo, Malang, Probolinggo, Jember) kalo ga pernah denger kata ini. Hehehehe.
Jadi inget dulu pas SMP ada anak baru yang sejak lahir mrocot sampe smp tinggal di daerah Irian Jaya. Begitu dia masuk ke SMP gw, langsung kita sosialisasikan kata Jancuk ini ke temen gw itu. Gw dan beberapa temen bilang kalau "jancuk is permisi" dalam bahasa indonesia (padahal permisi itu bahasa jawanya nuwun sewu atau kulo nuwun). So pasti hal konyol jelas kejadian. Pas istirahat ada beberapa kakak kelas yang lagi nongkrong di teras sekolah.Tiba-tiba temen gw ini langsung otomatis nyeletuk "Jancuk mas.. jancuk mbak. Saya mau lewat". Ya jelas-lah kita yang tau artinya jadi tertawa rame-rame. Kakak kelas yang awalnya mau marah, jadi ikutan ketawa setelah kita kasih pengertian dan melihat pesuruh sekolah jadi korban berikutnya.
2. Kata "Oyi" Dalam banyak versi, menyebutkan kata ini berasal dari kota Malang yang terkenal memiliki bahasa walikan (mengucapkan suatu kata dimulai dari belakang). Konon dulu pas jaman Belanda bahasa walikan ini digunakan para pejuang Indonesia yang berada di sekitaran Malang sebagai kode/sandi antar pejuang. Oyi memiliki arti "iyo" atau dalam bahasa Indonesia berarti "iya" atau ok.
Seiring waktu, dalam bahasa walikan kata "oyi" menjadi yang paling populer dari kata-kata lainnya seperti ngalup (pulang), nakam (makan), dll. Mungkin karena kata "oyi" sangat fleksibel digunakan. Mau mengiyakan suatu perkataan bisa bilang "oyi", mau memutuskan sebuah keputusan bisa bilang "oyi",dll.
3. Kata "Bokpong" Sampai saat ini arti kata ini masih rancu menurut gw. Pertama kali mendengar kata ini sekitar tahun 2001/2002 di Jember.Yang jelas kata ini biasanya dijadikan kata umpatan dengan level menengah (bisa diucapkan sambil setengah bercanda). Misalnya : Ah bokpong lu, Dasar bokpong,dll.
4. Kata "Dang Srodang" Sama seperti "bokpong" sebetulnya gw juga bingung arti dari "Dang Srodang".Tetapi kalo diperhatikan kata ini sedikit lebih mudah mengartikan versi kita masing-masing. Dan kalau ga salah arti, "dang srodang" itu artinya grusah grusuh atau dalam bahasa indonesia artinya terburu-buru/ceroboh.
5. Kata "Moncrot / Muoncrotz / Crotz" Sepintas kata ini seperti kata yang lucu-lucu jorok. Apalagi kalau digunakan buat menyapa/memanggil orang dan akhiran "crot"-nya di kencengin pas kita mengucapkannya.Misal : Hai moncrot pa kabar, atau hai crot kemana aja lu. Padahal moncrot sendiri berasal dari kata muncrat atau keluarnya air dari muka bumi dengan disertai tenaga ke atas atau daya dorong keatas. Kata ini gw denger pertama kali pas masih kerja di kota Batu-Malang dulu.
Berawal pas mirc di chanel #war. Jadi ketagihan ngomong "moncrots" sampe urbanisasi ke Jakarta. Cuman sayang sejak 2005 julukan ini sudah melekat ama salah satu temen gw. Jadi skarang ga enak rasanya lidah gw kalo mengeluarkan kata ini di sembarang tempat. (hehehehe kayak sampah aja).Maklum temen gw itu kalo ngomong menggebu-gebu banget kayak air yang muncrat ke atas,kadang kita yang dengerin jadi tertawa terkiwir-kiwir dengerinnya. Jadi pas-lah kalo title "moncrotz" beliau sandang sampe akhir hayat... (qiqiqiqi ngelirik andang moncrotz)
6. Kata "Ruh Dewe" Kata ini kalau di bahasa Indonesia artinya "tau sendiri". Kata "ruh dewe" ini sangat sering gw denger saat masih di Batu juga. Entah siapa yang memulai tapi yang jelas dulu pas kerja sering banget kata ini diucapkan. Dari vendor sampe temen sekantor. Dikit-dikit ngomongnya "ruh dewe". Malah kadang ngomong apa jawabannya sama yaitu"ruh dewe" (hehehe keliatan kalo ga nyambung).
Itulah sedikit kata-kata special di JATIM versi gw. Kalo setuju ya monggo ga setuju ya uda usahakan setujua aja. Heheheheh.