Anda tinggal di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang (khususon Bintaro) atau Bekasi mepet Jaktim dan sedang membutuhkan kue-kue hantaran atau jajanan rumahan buat acara-acara penting atau santai (ngemil sehat mode ON) .
Silahkan click http://dapur.keluargamurdani.com tanpa ragu-ragu. Dijamin puas. Kalo ga puas ? Belum ada tyuhhhh. (Insya Allah). Ayo Buktikan !!!
Pembokat Mudik.. Juragan-pun Jongos
Published
Monday, October 13, 2008
by Pumz. 2
comments
Lebaran maren ga kemana-mana alias ga ada acara mudik. Bangun tidur nyuci popok, jemur popok, gendong Biyu, guyon ma Biyu, dll. Acara sebagian besar dihabiskan di dalam kontrak'an. Maklum pembokat lagi minta cuti mudik selama 10 harian. Jadi mao ga mao kudu cuti dari kantor 10 hari juga buat gantiin pembokat (tapi minus masak, soalnya takut yg punya dapur perasaan.. hihihihi).
Hari pertama cuti kaget bukan maen. Karna Biyu batuk-batuk kayak wong tuwek terus muntah-muntah. Tercatat sehari sampek muntah 4 kali. Klo ga salah pas itu hari Minggu ato H-3 sebelum lebaran. Sempet telp Ayah ma Mama di Jember buat minta saran kalo bayi muntah-muntah, secara adikq yang kecil baru 4 thn. Jadi Ayah / mama pasti masih ingat trik jika bayi muntah. Dan benar saja trik Ayah ma mama cukup jitu. Beliau berkata demikian di telepon...."Le yen bayi muntah-muntah gowoen ke dokter" (kurang lebih seperti ini artinya "Nak kalo bayi muntah-muntah bawa aja ke dokter"). Mendengar saran itu tentu saja diri ini jadi menggerutu sopan (maklum sama ortu). Dimana -mana emang kalo sakit harus ke dokter. Serasa jadi orang tolol sesaat waktu itu. Jadi percum tak bergun telp ke kampung.
Keesokan harinya ato di hari ke dua cuti, kita sekeluarga langsung bergegas ke dokter anak. Di RS bu dokter sedikit menjelaskan jika batuk disertai muntah-muntah pada anak balita itu wajar dan gpp. Karena itu biasanya usaha si kecil untuk mengeluarkan dahak di tenggorok'an. Kemudian bu dokter juga memberikan obat batuk bayi yang hanya dan hanya jika diberikan apabila si kecil batuk. Akhirnya hari itu kita pulang ke rumah dengan perasaan plong.
Sesampai di rumah ternyata ada sedikit masalah. Karena bekas mpup Biyu yang maren belum di jamah sama sekali. Karuan saja sebagai ortu gw bingung. Karena terus terang gw dan istri adalah type orang yang ga tega'an melihat dirty. Setelah bersi tegang dengan istri siapa yang mengeksekusi bekas-bekas mpup akhirnya sebagai orang yang paling dewasa dan berwibawa dalam rumah tangga, gw mengalah guna bersih-bersih bekas mpup Biyu. Pertama pegang kenyal,bau' (ternyata punya bayi juga bau. hihihi.. huekss) dan tentu saja lengket di mana-mana maklum dirty-nya uda 24 jam ga di jamah.
Satu menit,dua menit akhirnya ga terasa ber menit-menit bergelut ama yang lengket-lengket tadi. Dan akhirnya selesai juga tugas membersihkan bekas mpup si Biyu. Sejenak sempat ngaca di spion motor (maklum tempat jemur pakaian dekat motor) kalau raut muka gw merah maruun menahan gelisah sedari tadi. Dan untung selama proses tadi gw tidak latah ( alias ikutan ber-dirty ria. Hehehehehe)
Hari ketiga,ke-empat, ke lima sampai ke sepuluh cuti nyaris tidak ada special incident. Semua berjalan lancar dan alhamdulillah tanpa halangan yang sangat berarti.
Sedikit saran buat para ortu-ortu yang baru punya momongan. Dalam menghadapi si kecil biasakan SIAGA. Mending melakukan preventive terhadap penyakit daripada melihat si kecil sakit. Terlebih lagi di hari-hari yang sekiranya dokter anak libur / ndak praktek. (biar ndak tambah bingung... hihihihi)